Apa itu Buzz dan Pop-up dalam Marketing Strategy?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Dalam berbisnis, kita akan selalu berpikir mendalam mengenai bagaimana strategi pemasaran produk agar bisa terjual di masyarakat luas. Bagi seorang pemula terutama, memikirkan bagaimana mendapatkan modal saja sudah sangat membebani, apalagi membicarakan bagaimana cara memasarkan produk.

Nah, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang strategi buzz dan konsep pop-up market yang bisa dipraktikkan oleh pengusaha kecil bahkan pemula.

Apa itu buzz?

Buzz bisa diartikan sebagai penyebaran gosip atau dari strategi mulut ke mulut. Baik online maupun offline. Cara ini dapat dilakukan dengan cara meminta feedback kepada pelanggan. Jika respon yang diberikan baik kepada produk kita, kita bisa memanfaatkan mereka agar bisa menyampaikan hal itu kepada orang-orang di sekitarnya. Tentunya, dengan cara yang baik dan sopan. Intinya, buzz marketing adalah strategi yang dapat membuat produk kita menjadi perbincangan banyak orang.

Kita ambil contoh penjualan buku Harry Potter yang bahkan sebelum rilisnya banyak orang sudah memesan. Hal ini karena mereka dibuat penasaran sebelum buku Harry Potter benar-benar launching. Satu lagi, buku Laskar Pelangi yang banyak menyajikan unsur menarik di dalamnya. Meskipun, pada awalnya penjualannya tidak begitu memuncak, namun karena cerita menarik di dalamnya dapat tersampaikan dari mulut ke mulut, maka pemasarannya semakin meroket. Dan jika kita masih ingat, strategi menarik lainnya yaitu yang pernah dilakukan Tung Desem Waringin ketika membagikan uang dari pesawat dalam rangka mempromosikan bukunya.

Tidak hanya untuk buku, metode buzz dapat dilakukan untuk berbagai macam bisnis seperti kuliner, properti, dan bisnis lainnya.

Apa itu pop-up?

Pop-up store adalah salah satu bentuk strategi pemasaran O2O atau online-to-offline berupa gerai sementara yang dapat berpindah-pindah. Tujuannya yaitu demi meningkatkan dan mendongkrak penjualan. Sama halnya seperti buzz, strategi ini bisa diguakan untuk semua jenis bisnis baik itu makanan, minuman, pakaian, retail, dan bahkan online. Selain itu, pop-up store juga dapat menarik perhatian pengunjung, menaikkan nilai branding awareness, dan dapat membangun dan membongkar gerai lebih cepat dibandingkan gerai biasa.

Strategi pop-up store adalah strategi yang menggunakan konsep kejutan karena bisa tiba-tiba muncul di tempat yang tidak terduga. Meskipun begitu, pop-up store sedikit berbeda dengan mobile store yang bisa berpindah-pindah juga. Daripada iklan untuk memunculkan buzzing, pop-up store dinilai lebih efektif untuk meningkatkan brand awareness. Begitulah menurut Paulina Pungky, Managing Director DreamLab Indonesia. Menurutnya juga, pop-up store dapat dimanfaatkan sebagai wadah pengusaha online yang belum mampu membuka toko fisik untuk dapat bertatap langsung dengan pelanggannya.

Strategi Buzz dan Pop-up bahkan bisa digabungkan. Kita bisa memanfaatkan pop-up market untuk memunculkan buzz di masyarakat. Apabila pop-up market kita berjalan efektif dan menarik, bukan tidak mungkin orang-orang dengan cepat akan menyebarkannya. Ini juga menjadi langkah pemasaran strategis sebelum kita membuka toko fisik kita sendiri di mana orang sudah mengenal produk kita dengan baik. Tentunya, konsumen akan mencari sendiri toko kita jika mereka sudah tertarik dan percaya.

Share.

About Author

Leave A Reply