Belajar Ilmu Bisnis dari Abdurrahman bin Auf

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Sahabat Rasulullah yang satu ini selain telah dijamin masuk surga, juga dijamin bahwa harta yang didapatkan atas perniagaannya tidak akan habis sampai Ia meninggal. Dimasa hidupnya, Abdurrahman bin Auf merupakan seorang yang melihat bahwa berbagai hal dapat dijadikan sebagai peluang bisnis. Namun, tidak sekadar mencari uang, melainkan mencari ridha Allah saja.
Inilah yang menjadikan beliau berbeda dari pelaku bisnis lainya pada masa itu.

Ketika yang lain sibuk dan memfokuskan diri ke harta bisnis, beliau malah tidak terlalu mencari, lantas menghawatirkanya. Ia memilih membenarkan niatnya tidak semata-mata karena harta, melainkan karena Ridha Allah semata. Niat hatinya yang membuat ia disayang Allah, dan diberi rezeki berlebih. Ketika ia sedang berbisnis, pikiran terhadap pemuasan nafsu dibuangnya jauh-jauh. terutama pemikiran untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya.

Di akhir hidupnya ia meninggalakan 36 anak, 28 diantaranya laki-laki, dan sisanya perempuan  dari ke empat orang istri. Uniknya, meski ia telah memberikan sebagian besar hartanya di jalan Allah, bahkan dikatakan habis. Namun pada kenyataanya ketika ia meninggal, ia masih memiliki warisan yang jumlahnya sangat besar.

Hal lain yang dapat diteladani yaitu kejujuran Abdurrahman bin Auf. Jujurnya Abdurrahman tidak hanya pada pelanggan, dan kolega bisnis, melainkan ia juga jujur kepada Allah dan Rasulnya dalam kondisi seperti apapun. Inilah hakekat jujur sebenarnya, dimana kejujuran terhadap manusia hanya berupa turunan dari kejujuran terhadap sang pencipta. Kejujuran wajib dalam bisnis. Diwujudkan dengan menyeleksi apakah baik-buruk, halal-haram, dsb. Cara memperdagangkanya pun harus syar’i, dengan menjauhi cara yang dilarang Allah, riba contohnya.

Abdurrahman Bin Auf adalah salah seorang yang mampu menerapkan keselarasan antara kerja keras, dan kerja cerdas. Setelah mengetahaui letak pasar untuk melakukan riset dahulu, kira-kira barang seperti apa yang dibutuhkan oleh penduduk Madinah. Setelah megetahuinya, beliau segera mencari barang yang berkualitas baik dengan harga yang lebih murah. Hasilnya, ia mampu membuat pelanggan mengantri untuk sekadar membeli barang dari gerai miliknya.

Abdurrahman Bin Auf sudah dikenal sebagai entrepreneur yang sukses dimata sahabat, maka tidak di ragukan lagi keberhasilanya dalam bisnis. Meski kaya, ia tidak mudah terlena, lupa, serta kikir untuk menikmatinya sendiri. Ia memilih berbagi, menginfakkan hartanya untuk fakir dan perjuangan umat Islam saat berjihad.

untuk menjadi seseorang seperti Abdurrahman bin Auf mungkin tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun setidaknya, kita dapat memetik pelajarn bagaimana cara menjalankan bisnis yang baik ala sahat Nabi SAW. satu ini.

Share.

About Author

Leave A Reply